Segarnya Es Jadul yang Murni dan Alami

0
527

Bila ingin menyeruput minuman es yang bisa membawa imajinasi pada minuman zaman dulu, datanglah ke sebuah warung kecil di Cimahpar, Bogor Utara. Dari arah Tanah Baru, warung ini terletak di sebelah kiri, tak jauh setelah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1, Cimahpar. Warung dari kayu dengan padanan bambu ini berada di depan rumah sederhana, di bawah pohon yang rindang. Bangku kayu panjang berada di depannya, ditambah kaleng kerupuk, toples, rak pajang, roti, dan gorengan. Tulisan di atasnya: Soto-Gorengan-Es.

Ya, sebuah minuman yang tak macam-macam, begitu sederhana, tanpa bahan kimia, tidak mencolok penampilannya, tanpa warna ngejreng, namun rasanya menyegarkan dan menyenangkan. Tak seperti kebanyakan es zaman sekarang. Bahan es ini diletakkan di empat toples kaca berpenutup merah: ada air gula dengan daun pandan, kolang-kaling, cingcau hitam, dan air dengan potongan nanas. Di belakangnya terdapat termos plastik biru tempat menyimpan es batu.

Ketika ada pelanggan memesan, Bu Een (pemilik warung) akan menyendok bahan-bahan tersebut satu persatu dari masing-masing toples, mencampurnya dalam gelas bening dengan pegangan untuk tangan. Ditambah es batu yang digeprok. Tampilannya di dalam gelas terlihat murni, sederhana, dan alami. Airnya pun air yang dimasak matang. Padanan warna air gula semu kuning coklat dengan hijau pandan, warna putih kolang-kaling, hitam cingcau, dan kuning nanas. Ketika diseruput, rasa manis yang pas berpadu dengan harum pandan yang lembut, dan rasa segar nanas segera memanjakan bibir, mulut, lidah, dan tenggorokan. Rasanya nyaman di perut dan menyegarkan di badan.

Bu Een meneruskan resep minuman es ini dari Pak Husni, almarhum Ayahnya. Sedangkan Pak Husni berjualan minuman es ini sejak 1968– makanya es ini dinamakan Es Jadul (Jaman Dulu). Kala itu, Pak Husni setia berjualan di depan SDN 1 Cimahpar. Banyak anak-anak sekolah menggemari minuman ini. Bahkan, penggemarnya dahulu, kini kerap datang ke Warung Bu Een untuk bernostalgia, membawa serta anak-anak dan istrinya. “Banyak yang datang dari jauh, dulu mereka sekolah di SD Cimahpar dan penggemar minuman Bapak,” kata Bu Een.

Untuk menemani minuman yang dibanderol tiga ribu rupiah ini, ada balabala (gorengan tepung dengan sayur) dengan sambal kuah kacang yang enak dan gurih. Juga, terdapat bihun dengan sambal kuah kacang. Kalau ingin makanan berat, ada Soto Bening Bogor. Menyeruput minuman Es Jadul, makan camilan, berbincang santai, di bawah rindang pohon, dan sepoi angin segar.

Ardi Bramantyo

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here