Kooperasi dan Perekonomian (Tamat)

0
146

Sekarang nyatalah, bahwa rahasia kooperasi terletak pada dua tiang: solidaritet dan individualitet. Jika hilang salah satu dari yang dua itu, tidak sempurna jalannya. Bangsa kita yang mau menempuh jalan ini bagi perusahaan ekonominya mesti memperhatikan dasarnya itu. Keduanya itu tidak didapat begitu saja, melainkan dengan didikan.

Memang kooperasilah yang mesti dianjurkan untuk mendapat kemajuan yang tetap dalam medan ekonomi. Tidak ada jalan lain bagi rakyat kita yang lemah ekonominya untuk memperbaiki hidupnya. Kooperasi memang senjata si lemah. Tetapi perhatikanlah tabiat jalan yang ditempuh itu, supaya ada harkatnya. Kalau salah membawa fiil, usaha akan jadi kucar-kacir.

Sekarang kita perhatikan dengan sepatah kata cara membangunkan dan mengatur perkumpulan kooperasi.

Siapa yang ingin membangunkan kooperasi, hendaklah diperiksanya lebih dahulu siapa-siapa yang ingin diajaknya berteman. Kooperasi ujudnya usaha bersama. Untuk mencapai maksud itu mestilah mereka yang bekerja bersama-sama itu kenal betul akan satu sama lain serta percaya- mempercayai. Sebab itu tak baik, kalau kooperasi dimulai dengan anggota yang terlalu banyak, yang satu sama lain tidak begitu kenal. Biar kecil mulanya, asal semangatnya baik dan kemauan sama bulat. Tiap-tiap organisasi yang mempuyai cita-cita tinggi dimulai oleh segolongan kecil, yang banyak itu mengikut di belakang. Kalau kooperasi itu telah baik jalannya, anggotanya pasti akan bertambah, dan barangkali bertambah dengan cepat. Di keliling pusat yang teguh dan satu hati itu, tambahan jumlah mudah tersusun. Semangat yang dibawa oleh golongan promotor tadi akan mempengaruhi lingkungannya.

Anggaran dasar kooperasi mesti menerangkan maksudnya dan usahanya dengan sejelas-jelasnya. Hak dan kewajiban anggota mesti diatur betul-betul. Kalau anggota keluar dari perkumpulannya, sampai berapa lama terus tanggungannya. Dan kalau ada kerugian, bagaimana memikulkannya kepada anggota-anggota kooperasi itu. Kedudukan kooperasi membawa pertanggungan bersama. Tetapi oleh karena anggotanya tidak sama mampu, pembagian pertanggungan itu menurut menurut keadilan harus ditentukan. Dan terhadap orang luar aturan pembagian pertanggungan itu mesti terang. Undang-undang kooperasi dipakai sebagai pegangan untuk menyusun anggaran dasar kooperasi.

Sebaik-baiknya kooperasi mempunyai badan penasehat dan badan pengawas. Ini menguatkan kedudukan kooperasi di mata orang luar. Dalam anggaran dasar disebutkan juga beberapa aturan tentang menjalankan pengawasan itu. Ini perlu, supaya jangan timbul persengketaan kelak antara pengawas dan pengurus yang diawasi.

Dalam anggaran dasar mesti juga disebutkan asas-asas menjalankan perusahaan. Ini menjadi pedoman bagi pengurus atau bagi pemimpin usaha. Peraturan itu akan memberi ingat senantiasa kepadanya, supaya jangan diabaikan dasar kooperasi dan jangan dikerjakan tindakan spekulasi.

Bagi koperasi konsumsi dimuat dalam anggaran dasarnya larangan kepada anggotanya membeli barang ke tempat lain, selama barang itu ada dijual oleh kooperasi. Kecuali kalau pengurus mengizinkannya berhubung dengan keadaan yang luar biasa. Anggota pun tidak boleh menjual kembali kepada orang lain barang yang dibelinya pada kooperasinya. Maksud kooperasi konsumsi ialah membeli bersama untuk keperluan sendiri, bukan untuk menjualnya kembali. Dalam keadaan yang biasa, orang lain juga boleh membeli kepada kooperasi itu. Apa sebab ia mesti membeli kepada seorang anggotanya? Anggota yang membeli dan menjual lagi itu biasanya anggota yang curang. Maksudnya ialah mencari keuntungan baginya sendiri dari penjualannya kepada orang lain itu. Anggota yang semacam itu melanggar dasar perkumpulannya dan tak patut ditahan dalam kooperasi. Sebab itu sebagai peringatan ke jalan yang benar, larangan menjual kembali itu mesti disebutkan di dalam anggaran dasar.

Bagi kooperasi kredit mesti diadakan dalam anggaran dasarnya peraturan meminjamkan uang kepada anggotanya. Disebutkan juga aturan denda kepada anggota yang melanggar aturan meminjam itu. Selanjutnya disebutkan pula asas-asas tentang mengurus dan menjalankan modal dan uang simpanan, yang tidak dipinjamkan kepada anggota. Ini perlu, karena anggota semuanya yang menanggung akibat tindakan pengurus atau pemimpin usaha.

Suatu fasal yang penting juga bagi kooperasi ialah cara memelihara kerukunan. Perselisihan antara anggota atau antara anggota dengan pengurus harus diperdamaikan dengan memberi kepuasan kepada kedua belah pihak. Oleh karena itu anggaran dasar mestilah pula memuat peraturan tentang memperdamaikan perselisihan itu.

Sekianlah fasal yang penting-penting, yang harus diperhatikan benar waktu mendirikan kooperasi. Hal-hal yang lain itu, tentang kedudukan pengurus, tentang rapat anggota dan rapat tahunan, sudah mudah mengaturnya, apabila dasar-dasar yang terutama telah jelas benar. (Tamat)

Mohammad Hatta

(Seri Tulisan Klasik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here