(Disampaikan dalam acara ICA, Asia-Pacific Cooperative Youth Summit 3.0)

Halo semua, perkenalkan, nama saya Suroto. Saya adalah CEO dari National Cooperative of People-Based Enterprises (Induk Koperasi Usaha Rakyat, disingkat INKUR Federation) dari Indonesia, anggota ICA (International Cooperative Alliance, Aliansi Koperasi Internasional). Koperasi ini bergerak di sektor riil usaha rakyat.

Saya senang berada di ruang ini, di mana anak anak muda koperasi berkumpul dari seluruh Asia Pasifik.

Saya teringat masa lalu saya, bagaimana pada waktu itu saya masih mahasiswa dan aktif memimpin koperasi di kampus saya pada 2000. ICA (International Cooperative Alliance)Youth Network dibentuk dan mendapat perwakilan pertamanya di ICA Board yang diwakili oleh Joanna Bibby Scullion dari Inggris pada 2003. Di mana saya terlibat aktif dan juga terlibat menulis buku antologi Youth Reinventing Cooperative yang diterbitkan oleh ICA dan British Columbia Institute Coperative Studies (BCICS) dari Universitas Victoria, Canada. Buku ini diedit oleh Almarhum Prof. Ian MacPherson, pakar sejarah koperasi dunia yang disegani. 

Dalam Youth Reinventing Cooperative ada banyak kisah bagaimana anak-anak muda di seluruh dunia mengembangkan koperasi. Mereka mengembangkan aktifitas berkoperasi di seluruh sektor. Bagaimana koperasi-koperasi didorong perkembangannya oleh anak muda di seluruh dunia untuk menjawab kebutuhan hidup sehari-hari, sekaligus dikembangkan sebagai sebuah sistem untuk menciptakan keadilan bagi seluruh manusia di dunia. Saya banyak terinspirasi oleh berbagai kisah koperasi kolega-kolega  saya tersebut.

Pada dasarnya, saya menganggap koperasi itu adalah sarana penting untuk ciptakan demokrasi sejati. Bagaimana menempatkan manusia setara atau lebih tinggi dari modal. Modal material hanyalah sebagai alat bantu manusia untuk mencapai kesejahteraan hidupnya, bukan menjadi dasar penentu nasib orang seperti dalam nalar organisasi korporat kapitalis dan sistem kapitalisme. Ini tercitrakan dengan praktek demokrasi yang setara: satu orang satu suara.

Apa yang kita warisi dari suara kemanusiaan para Pionir Rochdale 177 tahun silam yang utama adalah sebuah deklarasi kesetaraan manusia, bukan semata sebagai sebuah deklarasi satu jenis perusahaan.

Koperasi, sejak awal dideklarasikan untuk memperjuangkan nilai nilai universal keadilan, persamaan, solidaritas, dan demokrasi. Kita, sebagaimana juga telah diperjuangkan para idealis koperasi awal, mewarisi tradisi nilai-nilai etis penting: kejujuran dan kepedulian yang telah jadi doktrin penting gerakan koperasi. 

Kolega muda, dalam pandangan dan pengalaman batin saya, koperasi itu tak hanya berdimensi sempit, sebagaimana orang awam pahami, semata sebagai organisasi mikro perusahaan. Lebih dari itu, koperasi berdimensi makro ideologis, sebuah gerakan perubahan sosial dan wahana pengembangan individu atau pendidikan.

Dalam dimensi makro ideologis, koperasi ingin dunia ini tercipta adil bagi semua manusia dan semesta. Dalam dimensi mikro organisasi, kita belajar bagaimana mengembangkan kewirausahaan sosial, praktek profesionalisme, vokasional, serta pembagian keuntungan dan kekayaan secara adil. Dalam dimensi koperasi sebagai gerakan perubahan sosial, koperasi berjuang untuk menciptakan nilai keadilan dan persamaan. Dalam dimensi individualitas, kita juga belajar saling menghargai dan berdemokrasi, serta mengembangkan martabat diri.

Karena pemahaman tersebutlah saya menemukan relevansi dan alasan untuk tetap bertahan serta terus berjuang bersama koperasi. Memikirkan perkembangan koperasi saat ini dan di masa datang.

Koperasi adalah institusi sosial penting yang dibangun oleh rakyat dari bawah untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia. Melalui cara koperasi kita menjadi manusia realistis yang tak terjebak pada slogan, tapi berorientasi pada tindakan.

Orang-orang koperasi di seluruh dunia bercita-cita ingin merombak tatanan dunia yang tidak adil ini dengan cara yang sederhana. Mereka berusaha menjawab kebutuhan imanen, keseharian, namun berdimensi spiritual, yang luas dan bersifat transendental.

Dunia hari ini, di mana sistem kapitalisme bekerja, telah merobek rasa keadilan. Rakyat banyak yang jumlahnya 99 persen diatur oleh ketentuan kuno para kapitalis yang hanya satu persen.

Kita hari ini– dan sejak koperasi di dunia dideklarasikan– ternyata masih hidup dalam kungkungan keburukan sosial akibat keserakahan segelintir kapitalis, agen, serta kompradornya yang bekerja semata mengejar keuntungan dan jadikan modal sebagai penentu kebijakan. 

Kerusakan lingkungan, kemiskinan, kebodohan, dan krisis konjungtur terus membayangi hidup kita sehari-hari. Perilaku koruptif jalin kelindan antara elit politik dan elit kaya di seluruh dunia masih tampak kasar. Ini berarti bahwa koperasi belum bekerja efektif untuk mereduksinya dan harus kita perjuangkan terus tanpa lelah.

Adalah penting bagi kita untuk membangun kesadaran bersama, bergandengan tangan. Orang-orang koperasi yang jumlahnya satu miliar orang di seluruh dunia– termasuk anak-anak muda– harus aktif untuk melakukan langkah advokatif. Hal tersebut dilakukan dengan menambah statistik koperasi yang baik maupun ciptakan lingkungan yang kondusif bagi berjalannya demokrasi koperasi, demokrasi ekonomi.

Orang-orang muda saya harapkan dapat terus membangun gerakan koperasi secara bersama-sama. Kembangkan koperasi dengan berikan jawaban kebutuhan sehari-hari.  Dimulai dalam berbagai sektor. Diawali dengan segala keterbatasan sumberdaya. Dimulai dengan aktifitas sederhana.

Pengalaman saya ketika mengamati fakta di lapangan, ternyata hanya koperasi yang secara natural dikembangkan dari bawah untuk menjawab kebutuhan riil yang banyak bertahan dan berkelanjutan. Koperasi yang dibangun atas prakarsa dari atas dan menanti uluran tangan dari pihak luar akan sulit diharapkan perkembangannya. Kalaupun ada yang berkembang sebagai entitas bisnis, seringkali kaidah koperasi atau prinsip koperasinya tidak berjalan dan tak ubahnya sebagai perusahaan pribadi.

Pengalaman pertama saya berkoperasi adalah ketika masih di bangku kuliah pada 20 tahun silam. Saya masih ingat, bagaimana kami memulai membangun koperasi di kampus. Sekarang ini koperasi tersebut telah menunjukkan pertumbuhan anggota dan kekayaan bersama serta aktifitas yang luas– termasuk dalam gerakan untuk ciptakan bisnis platform berbasis koperasi. Bagaimana koperasi tersebut tumbuh memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya orang-orang di sekitar kampus saja, tapi juga di desa-desa. Juga, berkontribusi dalam advokasi regulasi dan kebijakan pemerintah.

Dari pengalaman kecil itulah lalu kami mengembangkan ke arah yang lebih luas dengan membangun koperasi secara nasional. Berjejaring dengan gerakan koperasi lainnya membangun organisasi koperasi sekunder, di mana saat ini saya bekerja sebagai profesional di dalamnya.

Saya percaya, seluruh perubahan besar dimulai dari hal-hal kecil. Saya juga percaya bahwa perubahan permanen itu juga tidak datang tiba tiba. Tapi, perbuatan baik yang kecil-kecil itu apabila kita desiminasi, suatu saat kelak akan menjadi sebuah perubahan besar.

Koperasi adalah gerakan perubahan sosial. Gerakan untuk menolong diri sendiri melalui cara bekerjasama saling bersolidaritas, tanpa bedakan-bedakan suku, agama, ras, golongan, interes politik, maupun status sosial. Gerakan koperasi ini penting bagi terciptanya perdamaian dunia, karena koperasi dari waktu ke waktu selalu pertinggi nilai kerjasama dan ciptakan hidup bersama yang penuh keadilan. 

Sumbangan koperasi sebagai pembawa misi perdamaian ini penting di tengah sistem masyarakat kita yang cenderung semakin fragmentatif. Sumbangan koperasi selama ini telah nyata menjadi praktek bisnis etis di seluruh dunia. Di seluruh sektor, baik keuangan, kebutuhan pokok sehari hari, pertanian, bahkan hingga layanan publik seperti rumah sakit dan penyediaan listrik.

Koperasi adalah jalan kerjasama dari orang-orang sederhana. Mereka mereduksi doktrin persaingan yang lahirkan konflik dan kesenjangan di dunia dari sistem kapitalisme.

Koperasi menentang secara mendasar sistem kapitalisme yang serakah dengan cara berdisiplin diri melakukan pengorganisasian dan mobilisasi sumberdaya. Menusuk ke jantung kapitalisme.

Demikian sekilas pandang tentang bagaimana pengalaman pribadi saya dalam membangun koperasi sebagai perjuangan rakyat. Saya percaya, suatu saat nanti akan kita temukan bahwa kesetaraan manusia itu akan menjadi nyata.

Jakarta, 29 Juli 2021

Suroto

CEO INKUR Federation

Ketua AKSES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here