Sabtu, Desember 5, 2020

Dan Bila Kita Bersatu

“Dan Bila Kita Bersatu….”

Keluar masuk perbatasan antar negara dengan izin melintas itu tidak mudah. Apalagi masuk daerah Oecussi, Timor Leste yang letaknya memang di tengah daratan NTT, Indonesia. Dari distrik Maliana, Timor Leste musti masuk Atambua, Indonesia. Dari Atambua masuk ke Oecussi, Timor Leste. Dari Oecussi, Timor Leste musti masuk Atambua lagi. Tujuh kali dalam satu hari.

Prosedurnya begitu lengkap. Termasuk tes kesehatan. Pastikan minum obat kuat untuk menggendong beban berat di tasmu dan jangan bawa benih malaria tapi malarindu penuh cinta saja. Kalau tidak kamu akan dikarantina! Di Maliana dan Oe-Cussi, Timor Leste saya mendapat pelajaran tentang arti penting koperasi sebagai lembaga sosial ekonomi masyarakat.

Dari gerakan koperasi kredit ( Kopdit) Lanamona, Marobo, Enclave, Comeli saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana bank yang dibangun, dikelola dan dimiliki nasabah sebagai anggotannya sendiri mulai merangkak berkembang menantang sistem bank kapitalis milik segelintir orang kaya yang selalu hanya datang menindas mereka sebelumnya.

Para perintis Kopdit yang bekerja penuh sukarela demi kemanusiaan dan keadilan perlahan mulai menantang dominasi pemilik modal segelintir kapitalis. Mereka tidak hanya telah memberi kesempatan setiap orang mengakses pinjaman, mereka telah berhasil mendidik setiap orang berdisiplin diri untuk mengatur keuangan pribadi dan melakukan usaha-usaha produktif.

Mereka percaya bahwa melalui pilar pendidikan, keswadayaan, dan solidaritas harkat dan martabat mereka akan tumbuh lebih baik. Kopdit ini tidak mendapat jaminan simpanan dari negara, tidak menanti dana talangan negara kalau bangkrut, tidak mendapat subsidi bunga dari pajak yang dibayar rakyat, tidak mendapat dana penyertaan negara seperti yang dinikmati bankir-bankir kita.

Para perintis dan pengurus2 Kopdit ini penuh kearifan percaya bahwa, sebuah sistem ekonomi itu menjadi baik untuk mereka kalau mereka memiliki otoritas untuk mengendalikanya. Mereka percaya bahwa melalui gerakan koperasi yang penuh kerjasama dapat tumbuh dan berkembang saling menguntungkan. Tidak seperti ekonomi liberal penuh persaingan yang saling mematikan yang memeras dan menindas mereka selama ini.

Dari Koperasi Perikanan CPO ( Cooperativa Pescas Oe-Sono) saya mengerti. Sistem koperasi yang sepenuhnya dibangun dari atas dengan tujuan yang berbeda dari kemauan anggotanya itu tidak memberi keuntungan dan keberlanjutan hidup mereka.

Koperasi dengan kesederhanaannya telah membawa sinar terang kehidupan masyarakat. Lembaga keuangan koperasi yang menerobos model kepemilikkan bank konvensional kapitalis milik segelintir orang sedang membangun contoh sebuah sistem bisnis masa depan yang memungkinkan setiap orang berperanan.

Dari insan insan koperasi saya belajar, betapa ekonomi yang semata ditopang utang dan bergantung dari perdagangan internasional yang sepenuhnya dikendalikan mafia oligopoli internasional hanya akan membebani generasi mendatang.

Puji Tuhan, ketika saya dan teman-teman dari Timor Leste berada di tanah air Atambua tak temukan satu penginapan yang kosong sekalipun, bertemulah dengan orang-orang baik yang berikan penginapan.

Tak diduga, cerita koperasi tak lepas begitu saja. Ternyata tetangga kanan kiri di sekitar penginapan kami juga mereka semua adalah anggota koperasi. Ibu Margaret memberikan kesaksian provokatif ” semua orang disini hanya berprofesi petani biasa, tapi dengan adanya Koperasi Kredit kami semua pada akhirnya dapat membangun ekonomi. Rumah2 tembok semua yang ada disini dibangun melalui tabungan di koperasi. Kami membangun usaha juga dengan memanfaatkan koperasi”…..

Omama olala….dari Atambua saya menuju Kupang. Ini adalah janji lama saya untuk datang bersilaturahmi dengan teman-teman gerakan koperasi disini. Hari yang penuh kegembiraan, saya bersyukur diundang dalam sebuah acara rapat anggota koperasi kredit dari Pusat Koperasi Kredit Timor, NTT. Mereka dari seluruh pelosok NTT datang berbondong penuh semangat keswadayaan membangun gerakan.

Disini saya juga belajar, bagaimana gerakan Koperasi Kredit ini dirintis dan berkembang…lalu saya sedikit berbagi pengalaman bagaimana koperasi di sektor riel lainya telah mulai kami kembangkan ke seluruh sektor kehidupan. Lagu Indonesia Raya telah menundukkan hati saya, merdunya lagu dari daerah Alor dinyanyikan anak-anak dengan penuh kegembiraan. Lalu Hymne Koperasi Kredit dinyanyikan….dan bila kita bersatu…….dan bila kita bersatu…….

Hati ini penuh keyakinan, dan bila kita bersatu…..dan bila kita bersatu maka kapitalisme akan dapat kita singkirkan…..

Atambua, 29 April 2018

Suroto

related

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

video

Popular

Pesantren Terapung – Nyantrik di Kapal

"Pesantren Terapung." Malam itu saya kebagian "ronda" di atas Rainbow Warrior yang sedang menyusuri Laut Jawa. Salah satu tugas "night watch" adalah menemani nahkoda melihat...

Memang “Pemerintahan Belanda” ada di Indonesia? Tidak. Yang ada “Perusahaan!”

Di Indonesia, selama ini yang diketahui dalam sejarah, setelah VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie— perusahaan yang menjajah Nusantara karena rempah-rempah) bangkrut-- masuk Prancis dan Inggris--...

Batik Lingkungan Hidup

Tatang Elmi Wibowo berkulit coklat dan berambut ikal. Usianya 41 tahun. Hari itu, akhir Februari 2018, di galeri miliknya Leksa Ganesha, Dusun Tembi, Kecamatan...

Pasarnya Petani Kota Jakarta

Di Jakarta ada petani? Ya, betul, bahkan ada pasarnya! Datang saja ke Gudang Sarinah Ekosistem setiap Minggu, pekan pertama setiap bulan. Di sinilah para...

Petisi konyol, antara Dilan dan Pram, ehh Minke

Dilan Iqbaal Ramadhan jadi Cameo lagi Senang rasanya film Bumi Manusia di produksi dan nantinya akan di putar di bioskop, sehingga saya gak perlu menghabiskan...

Sudut Pandang Lakon dan Penonton

Ngeri ngeri sedap kritikus Film Sejak mula, membangun kisah para penderes nira kelapa di Ketanda Banyumas dalam sebuah karya film, selalu ada kecemasan kecemasan yang...

Menanam dan Memanen Air di Senjoyo

Bagi Ahmad Bahruddin, mata Air Senjoyo adalah hidup dan mati dirinya. Puluhan tahun lalu, air irigasi di kampungnya Kalibening, Kota Salatiga terlihat jernih dan...