Sabtu, Desember 5, 2020

“Refleksi Hari Koperasi” Alasan Apa Kita Pertahankan Koperasi (?)

Butuh Koperasi (?)

Saya aktif di koperasi sejak tahun 1997. Menjadi anggota dan juga pernah menjadi pengurus di berbagai koperasi. Tapi benarkah saya butuh koperasi?

Butuh koperasi itu berarti saya ingin memanfaatkan koperasi untuk penuhi kebutuhan saya di koperasi.

Baik, saya butuh layanan untuk kebutuhan sehari hari saya berupa : barang-barang kebutuhan sehari hari, makan, minum, camilan, kebutuhan rumah tangga, pendidikan, kesehatan, rumah, pakaian, simpan uang, hiburan, transportasi, foto, pangkas rambut, perbaiki rumah, dan buanyak lagi, termasuk pekerjaan.

Makan dan minum saya ke warung, kantin dan restauran, semua sudah ada. Mungkin hanya setahun sekali belum tentu juga saya makan dan minum di koperasi. Bukan apa-apa, sulit saya temukan. Koperasi saya sudah menutup usahanya ini malah. Gak laku.

Saya butuh makanan ringan sebagai camilan, dan juga kebutuhan perlengkapan rumah tangga. Hanya berapa kali dalam berapa bulan ke koperasi. Sangat kecil sekali. Saya juga gak belanja ke koperasi. Bukan apa-apa, gak ada. Adapun jauh sekali. Banyak warung dan minimarket yang dekat. Murah dan pas. Maaf ngiklan yah ?

Pendidikan ? saya belajar di sekolah dari sejak esde sampai dengan kuliah di sekolah negeri. Disediain negara, murah dan meriah. Dapat beasiswa bolak balik lagi.

Transportasi, kemana mana saya naik kendaraan pribadi yang dibeli kreditan dari leasing atau kendaraan umum yang diselenggarakan swasta atau negara. Hanya sesekali dan kayaknya naik Koperasi Jasa Angkutan Kota (Kopaja) atau koperasi taksi. Tapi inipun kadang terpaksa karena gak enak.

Rumah saya beli dari orang. Developer. Gak ada koperasi perumahan yang jalan disini. Lalu kalau saya butuh pakaian ya saya hanya cukup pergi ke pasar, butik atau mall yang bukan koperasi. Semua sudah tersedia.

Kalau saya menyimpan uang juga di bank. Biar bisa buat transfer mudah. Koperasi jauh dan gak masif pelayananya.

Nonton film, ke obyek2 wisata. Semua adalah usaha privat. Gak ada yang koperasi. Foto, pangkas rambut, semuanya ke usaha milik pribadi.

Lalu buat apa kita dirikan koperasi? Sia-sia semua khan? so pasti juga gak akan jalan karena gak dibutuhkan.

Kenapa (ber)koperasi (?)

Koperasi di Indonesia sudah diperkenalkan sejak 120 tahun lalu. Kontribusinya terhadap perekonomian kita hanya sekitar 2 persen. Inipun banyakkan juga dari usaha koperasi abal2 alias rentenir berkedok koperasi ketimbang dari koperasi asli. Jumlah anggotanya 10 persen dari penduduk. Tapi ya jangan harap mereka aktif. Lha yang kek saya sudah lumayan aktif di koperasi saja enggak penuhi kebutuhan semua di koperasi.

Baiklah, kalau gitu untuk alasan apa saya tetap ada dalam koperasi ? Ingin mengajak orang berkoperasi ?. Bagi saya pribadi sebetulnya alasannya sangat ideologis. Tidak ada alasan pembenar lainya selain ini.

Pertama, koperasi itu saya anggap akan dapat memberikan kekuatan bagi siapapun untuk terlibat dalam kepemilikkan perusahaan. Sebabnya apa? Sebab saya sebagai konsumen tidak mau dijadikan korban atau obyek saja. Untuk itu ide koperasi toko kebutuhan sehari hari itu penting. Koperasi Kredit yang jadikan saya sebagai nasabah dan sekaligus pemilik itu juga penting. Selain berharap dapat bagian keuntungannya pasti.

Syukur kalau semua bisnis sudah bisa dikoperasikan semua, pabrik, sekolah, jasa2, transportasi darat, laut dan udara. Apalagi kalau BUMN dan BUMD serta BUMDes itu semua dikoperasikan. Gak jadi sapi perahan segelintir orang seperti sekarang dan yang pasti kalau ada untungnya balik ke saya. Gak nyesel listrik naik coy.

Kedua, koperasi saya tetap pilih karena kalau berjalan pasti pemerataan ekonomi akan jalan. Soalnya keuntungan perusahaan dibagikan kepada semua orang. Ini berarti akan kurangi kesenjangan dan penyakit kedengkian. Ini kurangi nyinyiran dan baik untuk kesehatan dunia perpolitikan.

Ketiga, koperasi berkembang kemana mana maka sudah pasti monopoli usaha menjadi berkurang. Usaha2 kecil tidak bersaing habis2an dan mafia kartel rontok semua. Gak ada lagi kesewenang wenangan, pengerukan alam dan lingkungan secara keseluruhan.

Keempat, usaha-usaha koperasi jalan maka akan banyak banyak keuntunganya buat negara dan bangsa ini. Kalau semua pangan dan energi diproduksi koperasi, peduli amat mau ekonomi tingkat tinggi bangkrut….masyarakat masih makan.

Ini yang pasti, koperasi itu sebarkan kerjasama bagi semua orang, berikan kesempatan yang sama bagi semua, jadi ini bikin semesta alam penuh kedamaian.

Kalau kamu mau berkoperasi gak ? apa alasanmu ?. Bagi anggota koperasi, terima kasih masih mau merawat perdamaian dunia, selamat hari koperasi ya.

Suroto

Ketua Koperasi Trisakti Bhakti Pertiwi – KOSAKTI

related

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

video

Popular

Pesantren Terapung – Nyantrik di Kapal

"Pesantren Terapung." Malam itu saya kebagian "ronda" di atas Rainbow Warrior yang sedang menyusuri Laut Jawa. Salah satu tugas "night watch" adalah menemani nahkoda melihat...

Memang “Pemerintahan Belanda” ada di Indonesia? Tidak. Yang ada “Perusahaan!”

Di Indonesia, selama ini yang diketahui dalam sejarah, setelah VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie— perusahaan yang menjajah Nusantara karena rempah-rempah) bangkrut-- masuk Prancis dan Inggris--...

Batik Lingkungan Hidup

Tatang Elmi Wibowo berkulit coklat dan berambut ikal. Usianya 41 tahun. Hari itu, akhir Februari 2018, di galeri miliknya Leksa Ganesha, Dusun Tembi, Kecamatan...

Pasarnya Petani Kota Jakarta

Di Jakarta ada petani? Ya, betul, bahkan ada pasarnya! Datang saja ke Gudang Sarinah Ekosistem setiap Minggu, pekan pertama setiap bulan. Di sinilah para...

Petisi konyol, antara Dilan dan Pram, ehh Minke

Dilan Iqbaal Ramadhan jadi Cameo lagi Senang rasanya film Bumi Manusia di produksi dan nantinya akan di putar di bioskop, sehingga saya gak perlu menghabiskan...

Sudut Pandang Lakon dan Penonton

Ngeri ngeri sedap kritikus Film Sejak mula, membangun kisah para penderes nira kelapa di Ketanda Banyumas dalam sebuah karya film, selalu ada kecemasan kecemasan yang...

Menanam dan Memanen Air di Senjoyo

Bagi Ahmad Bahruddin, mata Air Senjoyo adalah hidup dan mati dirinya. Puluhan tahun lalu, air irigasi di kampungnya Kalibening, Kota Salatiga terlihat jernih dan...