Senin, Januari 25, 2021

Raden Saleh bukan “Anak” Belanda, Tapi Pahlawan Nasional

“Raden Saleh adalah orang yang hebat sekali,” kata Werner Kraus, peneliti sejarah seni dari Universitas Passau, Jerman yang meneliti Raden Saleh selama 32 tahun dan menulis buku tentangnya, yang hadir di acara tersebut dan memberikan sambutan. Menurut Werner, Raden Saleh adalah orang Indonesia pertama yang pergi ke Eropa (karena pada masa itu tidak boleh). Lama tinggal di sana, selama kurang lebih 21 tahun, mulai dari Belanda, Jerman, Prancis, Italia, hingga Inggris. Lancar berbahasa Belanda, Jawa, Melayu, Jerman, Prancis, dan Inggris.

Werner menambahkan, bahwa Raden Saleh tidak hanya kembali ke Indonesia dengan membawa banyak ilmu pengetahuan, seni, dan literatur Eropa, tapi dia juga banyak membawa budaya Jawa-Indonesia ke Eropa. Dia membawa lebih dari 10 manuskrip kuno Jawa ke Eropa. “Dia memberikan pada temannya dan menerangkan padanya. Salah satu manuskrip tersebut saya temukan masih ada di perpustakaan di sana. Raden Saleh ingin memberikan pemahaman, saling pengertian kepada kedua belah pihak, dua arah dari awal. Ini adalah misinya. ‘Saya akan membawa Eropa ke Jawa dan saya akan membawa Jawa ke Eropa’,” ujar Werner. Sebuah diplomasi budaya.

related

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

video

Popular

Pesantren Terapung – Nyantrik di Kapal

"Pesantren Terapung." Malam itu saya kebagian "ronda" di atas Rainbow Warrior yang sedang menyusuri Laut Jawa. Salah satu tugas "night watch" adalah menemani nahkoda melihat...

Memang “Pemerintahan Belanda” ada di Indonesia? Tidak. Yang ada “Perusahaan!”

Di Indonesia, selama ini yang diketahui dalam sejarah, setelah VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie— perusahaan yang menjajah Nusantara karena rempah-rempah) bangkrut-- masuk Prancis dan Inggris--...

Batik Lingkungan Hidup

Tatang Elmi Wibowo berkulit coklat dan berambut ikal. Usianya 41 tahun. Hari itu, akhir Februari 2018, di galeri miliknya Leksa Ganesha, Dusun Tembi, Kecamatan...

Petisi konyol, antara Dilan dan Pram, ehh Minke

Dilan Iqbaal Ramadhan jadi Cameo lagi Senang rasanya film Bumi Manusia di produksi dan nantinya akan di putar di bioskop, sehingga saya gak perlu menghabiskan...

Pasarnya Petani Kota Jakarta

Di Jakarta ada petani? Ya, betul, bahkan ada pasarnya! Datang saja ke Gudang Sarinah Ekosistem setiap Minggu, pekan pertama setiap bulan. Di sinilah para...

Sudut Pandang Lakon dan Penonton

Ngeri ngeri sedap kritikus Film Sejak mula, membangun kisah para penderes nira kelapa di Ketanda Banyumas dalam sebuah karya film, selalu ada kecemasan kecemasan yang...

Menanam dan Memanen Air di Senjoyo

Bagi Ahmad Bahruddin, mata Air Senjoyo adalah hidup dan mati dirinya. Puluhan tahun lalu, air irigasi di kampungnya Kalibening, Kota Salatiga terlihat jernih dan...