Senin, Januari 25, 2021

Raden Saleh bukan “Anak” Belanda, Tapi Pahlawan Nasional

Seusai acara di makam Raden Saleh, sebagian peserta melakukan napak tilas berjalan kaki menuju Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasain) tempat akan dilangsungkannya sarasehan tentang Raden Saleh– melewati bekas rumah Raden Saleh. “Gerak jalan dilakukan karena ketika Raden Saleh wafat, jenazahnya di-embrat dari rumah beliau (di samping Mal BTM sekarang) oleh 2000-an orang yang mengantar ke pemakaman,” kata Dayan. Di-embrat: keranda bukan diusung dan dibawa jalan, tapi diangkat dan diestafetkan dari orang per orang sampai ke tempat tujuan. Dan, napak tilas itu, yang dipandu oleh Rachmat Iskandar pemerhati sejarah Bogor, memakan waktu sekitar 25 menit berjalan kaki dari makam ke bekas rumah Raden Saleh yang saat ini menjadi kantor pajak, di samping Bogor Trade Mall (BTM).

Ardi Bramantyo

related

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

video

Popular

Pesantren Terapung – Nyantrik di Kapal

"Pesantren Terapung." Malam itu saya kebagian "ronda" di atas Rainbow Warrior yang sedang menyusuri Laut Jawa. Salah satu tugas "night watch" adalah menemani nahkoda melihat...

Memang “Pemerintahan Belanda” ada di Indonesia? Tidak. Yang ada “Perusahaan!”

Di Indonesia, selama ini yang diketahui dalam sejarah, setelah VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie— perusahaan yang menjajah Nusantara karena rempah-rempah) bangkrut-- masuk Prancis dan Inggris--...

Batik Lingkungan Hidup

Tatang Elmi Wibowo berkulit coklat dan berambut ikal. Usianya 41 tahun. Hari itu, akhir Februari 2018, di galeri miliknya Leksa Ganesha, Dusun Tembi, Kecamatan...

Petisi konyol, antara Dilan dan Pram, ehh Minke

Dilan Iqbaal Ramadhan jadi Cameo lagi Senang rasanya film Bumi Manusia di produksi dan nantinya akan di putar di bioskop, sehingga saya gak perlu menghabiskan...

Pasarnya Petani Kota Jakarta

Di Jakarta ada petani? Ya, betul, bahkan ada pasarnya! Datang saja ke Gudang Sarinah Ekosistem setiap Minggu, pekan pertama setiap bulan. Di sinilah para...

Sudut Pandang Lakon dan Penonton

Ngeri ngeri sedap kritikus Film Sejak mula, membangun kisah para penderes nira kelapa di Ketanda Banyumas dalam sebuah karya film, selalu ada kecemasan kecemasan yang...

Menanam dan Memanen Air di Senjoyo

Bagi Ahmad Bahruddin, mata Air Senjoyo adalah hidup dan mati dirinya. Puluhan tahun lalu, air irigasi di kampungnya Kalibening, Kota Salatiga terlihat jernih dan...